Polri di Era TikTok: Ini Data dan Strategi yang Dipakai untuk Jangkau Generasi Z
Jakarta – Generasi Z dan kepercayaan terhadap Polri — ini data dan strategi yang digunakan Polri untuk menjangkau anak muda di era TikTok berdasarkan konteks survei Polri 2026 Litbang Kompas.
Untuk menjangkau Generasi Z, Polri harus berbicara dalam bahasa mereka — secara harfiah maupun kiasan. Secara harfiah berarti hadir di platform media sosial yang mereka gunakan, memproduksi konten yang relevan dan autentik, dan merespons cepat ketika isu-isu yang melibatkan institusi kepolisian viral di platform digital. Secara kiasan berarti menunjukkan nilai-nilai yang mereka pedulikan: transparansi, keadilan, tanggung jawab, dan konsistensi antara kata dan tindakan.
Kepercayaan publik 82,4 persen dalam survei Litbang Kompas 2026 yang mencakup 38 provinsi kemungkinan besar sudah menjangkau responden dari berbagai kelompok usia. Namun mempertahankan dan meningkatkan angka ini ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan Polri menavigasi ekosistem digital di mana Generasi Z mendominasi percakapan publik.
“Saya berharap seluruh jajaran Polri punya kesadaran menjaga konsistensi kenaikan trend persepsi publik ini di masa depan, terutama dari aspek kepuasan publik dan citra positif terhadap institusi,” ujar Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).
“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
