Tuesday, 11 August 2026
Nasional

Bukan Sekadar Kata-kata: Bagaimana Program Presisi Polri Akhirnya Terbukti di Survei Nyata

Ketika Program Polri Presisi pertama kali diperkenalkan, skeptisisme bertaburan. Jargon baru, kata mereka. Namun survei Polri 2026 Litbang Kompas menyajikan pembuktian yang tidak bisa diabaikan: program yang dianggap sekadar slogan itu kini tercermin dalam kepercayaan publik yang mencapai 82,4 persen.

Program Presisi — akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan — dirancang untuk mengubah pendekatan kepolisian dari reaktif menjadi proaktif, dari berjarak menjadi dekat dengan warga, dan dari tertutup menjadi transparan. Tiga pilar inilah yang kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam interaksi nyata mereka dengan institusi kepolisian.

Analis kebijakan publik Nasky Putra Tandjung secara tegas menyatakan bahwa visi Presisi bukan sekadar dokumen perencanaan. Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang diusung Kapolri bukan sekadar jargon, tetapi benar-benar diwujudkan melalui reformasi internal serta arah transformasi dalam peningkatan pelayanan publik yang nyata, ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Bukti-buktinya terukur: skor profesionalitas naik dari 7,76 menjadi 8,37, citra positif melonjak dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen, kepuasan layanan naik dari 65,1 persen menjadi 67,6 persen, dan 80 persen warga menyatakan fasilitas kantor polisi sudah nyaman.

Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan, tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait