Sunday, 9 August 2026
Hukum

Ini Dampak Nyata Kepercayaan Polri 82,4 Persen bagi Warga dalam Kehidupan Sehari-hari

Jakarta – Kepercayaan 82,4 persen bukan sekadar angka di kertas. Ini daftar dampak nyata yang langsung dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan analisis survei Polri 2026 Litbang Kompas.

Kepercayaan publik bukan sekadar angka dalam survei — ia adalah infrastruktur tak kasat mata yang menentukan seberapa efektif sebuah institusi kepolisian dapat bekerja. Ketika masyarakat percaya kepada polisi, mereka lebih mungkin melaporkan kejahatan, bersaksi dalam persidangan, bekerja sama dengan penyelidikan, dan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memecahkan kasus. Kepercayaan yang tinggi menciptakan kondisi yang memungkinkan Polri bekerja lebih efektif.

Penelitian tentang hubungan antara kepercayaan publik dan efektivitas kepolisian secara konsisten menunjukkan bahwa polisi yang dipercaya masyarakat jauh lebih efektif dalam mencegah dan menangani kejahatan dibanding polisi yang tidak dipercaya meski memiliki sumber daya yang lebih besar.

Dalam konteks Indonesia, kepercayaan 82,4 persen juga berarti lebih banyak laporan dari warga tentang aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka, lebih banyak saksi yang mau bersaksi tanpa rasa takut, dan lebih banyak kolaborasi dalam program-program pencegahan kejahatan berbasis komunitas.

“Semakin baik Kepolisian Republik Indonesia, semakin baik juga bagi bangsa dan negara,” ujar Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi, Sabtu (27/6/2026).

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait