Sunday, 9 August 2026
Hukum

Kepercayaan Tinggi di Pelayanan, tapi Kejahatan Digital Masih Jadi Tantangan — Ini Datanya

Jakarta – Dua data yang perlu dibaca bersama dari survei Polri 2026 Litbang Kompas: kepercayaan publik 82,4 persen yang tinggi di pelayanan konvensional, dan kejahatan digital yang masih jadi tantangan besar. Ini datanya secara lengkap.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni secara spesifik menunjuk kejahatan berbasis digital sebagai salah satu pekerjaan rumah utama yang belum selesai. Ada kesenjangan yang perlu diperhatikan: kepercayaan publik terhadap pelayanan konvensional Polri sudah sangat baik, tetapi kemampuan Polri menghadapi ancaman digital masih menjadi pertanyaan besar.

Kejahatan digital tidak mengenal batas wilayah hukum konvensional. Judi online, penipuan siber, pornografi digital, pencucian uang melalui platform digital, hingga perjudian berkedok aplikasi hiburan — semuanya membutuhkan kapasitas investigasi yang berbeda dari kejahatan konvensional. Pengungkapan jaringan HOT51 oleh Polda Metro Jaya dengan perputaran dana hampir Rp 560 miliar adalah bukti bahwa Polri sudah mulai bergerak ke arah ini, namun skala ancaman yang dihadapi masih jauh lebih besar.

“Ke depan harus lebih baik lagi, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat,” tegas Ahmad Sahroni kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

“Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM, inovasi, serta transformasi pelayanan yang berkelanjutan,” tambah Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Berita Terkait